Kesalahan Dalam Memasarkan Produk Dengan Digital Marketing

Cara memasarkan Produk, Banyak kesalahan dalam memasarkan produk melalui online marketing, bersumber dari satu pemahaman keliru, yakni menganggap e-commerce sebuah langkah yang mudah.  Orang cenderung menganggap e-commerce sebagai platform tempat untuk menjual produk baru, makanan bahkan kerajinan tangan dengan mudah, tapi faktanya tidak demikian. Seperti bisnis manapun, Anda akan perlu belajar hal baru dan meningkatkan skill untuk bisa sukses. Dan sebenarnya, Anda tidak pernah berhenti belajar.

Berikut ini kesalahan dalam memasarkan produk dengan digital marketing serta saran bagi perusahaan agar memperbaiki pendekatan yang digunakan:

Lupa dengan pelanggan yang sudah ada

Photo credit: Google

Orang yang sudah membeli dari Anda kemungkinan akan membeli kembali. Kesalahan besar yang banyak toko e-commerce lakukan adalah fokus pada memperoleh pelanggan baru dan sepenuhnya melupakan yang sudah ada.

Bagus bila bisnis Anda membuka cabang dan menarik pelanggan baru, tapi menjual ke pelanggan yang sudah pernah membeli jauh lebih efektif dari segi biaya.

Kenapa? Karena Anda sudah membangun relasi dengan mereka. Dan ada banyak cara untuk tetap jadi yang terbaik di pikiran mereka.

Satu tips bermanfaat adalah membagikan konten produk eksklusif yang dibuat khusus untuk mereka. Anda bisa juga tawarkan program loyalty untuk mendorong mereka terbiasa membeli dari Anda.

Coba jaga hubungan Anda dengan pelanggan dengan mengirim kartu ucapan selamat ulang tahun. Ini sangat personal dan membuat mereka merasa diperhatikan. Bukan hal sulit untuk mengetahui hari ulang tahun seseorang, baik dari data di profil pelanggan atau cukup memeriksa media sosial.

Buat ucapan lebih spesial dengan meminta CEO menanda-tanganinya. Sangat mungkin pelanggan akan tertarik melakukan bisnis dengan Anda dibanding kompetitor yang tidak pernah memberi ucapan selamat ulang tahun.

Tanyakan feedback mereka tentang pengalaman mereka dengan brand Anda. Ini akan jadi cara bagus untuk kembali dekat dengan mereka dan menjalin relasi.

Tidak tahu audiens target Anda

Photo credit: Google

Salah satu kesalahan terbesar dalam  cara memasarkan produk dengan digital marketing adalah tidak mengetahui audiens Anda. Biasanya, toko e-commerce akan menghadirkan produk ke audiens luas tanpa memperhatikan usia, perilaku, dan demografi.

Kurangnya segmentasi pelanggan yang tepat membawa konsekuensi negatif bagi toko e-commerce. Anda bisa saja menjalankan kampanye marketing mahal dan memasukkan produk Anda di sana, tapi tak ada yang membeli. Kenapa? Karena mereka tidak tertarik dengan produk Anda dan Anda mengalami kerugian.

Dengan melakukan segmentasi audiens Anda menargetkan pelanggan paling penting dan meningkatkan ROI.

Berikut ini cara terbaik untuk menentukan segmentasi audiens dan menghindari kesalahan dalam marketing:

  • Demografi (usia, ras, jenis kelamin, pendidikan): Ini adalah segmentasi yang sangat mendasar tapi penting. Misalnya, sebanyak 90 persen orang usia 18 sampai 29 tahun lebih suka menonton konten video dan infografik melalui smartphone. Sebaliknya, hanya 35 persen orang usia lebih dari 60 tahun menggunakan cara ini. Informasi ini bisa membantu Anda melakukan kampanye marketing yang lebih berhasil.
  • Perilaku. Bentuk segmentasi ini berdasarkan penelitian mendalam terhadap perilaku pembelian pelanggan. Anda bisa menargetkan pembeli berdasarkan nilai yang mereka cari di produk spesifik. Misalnya, pabrik mobil bisa memasarkan mobil dengan area kaki dan ruang lebih luas untuk pelanggan yang memiliki keluarga.
  • Geografik. Bentuk segmentasi ini sangat efektif untuk bisnis berskala kecil. Dengan cara ini Anda bisa menciptakan kampanye marketing strategis yang  lebih banyak sekaligus menurunkan biaya bila Anda menargetkan secara global. Anda bisa menargetkan berdasarkan faktor tertentu seperti budaya atau cuaca.

Memperlakukan semua pelanggan sama

Photo credit: Google

Menghindari personalisasi jadi kesalahan besar yang sering terjadi dalam e-commerce. Sebanyak 86 persen orang mengatakan personalisasi punya setidaknya beberapa dampak pada apa yang mereka beli.

Dan bukan itu saja. Sebanyak 74 persen pelanggan merasa frustasi ketika website e-commerce tidak berhubungan dengan minat mereka.

Solusinya cukup mudah. Coba personalisasi landing page Anda untuk memenuhi minat pelanggan. Dengan memberikan konten tertarget, Anda bisa meningkatkan penjualan hingga 20 persen.

Cara kreatif untuk memenangkan pelanggan adalah dengan menargetkan mereka setelah mereka mengabaikan proses checkout.

Hanya sekedar menampilkan konten bisa jadi masalah besar. Web sudah penuh dengan informasi dan mudah bagi konten buruk untuk dianggap sebagai artikel relevan dan mendalam.

Hindari konten ramping yang penuh dengan kata kunci, tapi fokuslah pada memberi solusi untuk masalah pelanggan. Fokuslah pada mengembangkan strategi konten yang akan membantu mencapai tujuan Anda.

Anda bisa melihat konten yang paling banyak dibagikan di website di saluran media sosial berbeda. Setelah meriset setidaknya 30 konten yang paling banyak dibagikan, tanyakan ke diri Anda, apa yang membuat konten banyak dibagikan.

Analisa headline, gambar, dan isinya. Meluangkan waktu untuk memberi pengalaman terbaik ke pembaca akan mengubahnya jadi investasi yang menguntungkan.

Jasa digital marketing kami akan membantu tingkatkan penjualan Anda.

Desain web yang buruk

Photo credit: Google

Penampilan dan desain produk yang buruk akan membuat penjualan terhambat. Sebanyak 38 persen orang akan berhenti berinteraksi dengan website yang memiliki desain yang tidak menarik.

Fokuslah pada menciptakan desain web yang menarik yang menawarkan navigasi mudah dan waktu loading yang cepat. Pastikan website Anda mobile responsif dan gunakan gambar berkualitas jernih.

Beberapa website menggunakan aturan 3 kali klik. Ini membuat pengguna frustasi karena mengklik lebih dari 3 kali pada website untuk memperoleh konten yang diinginkan. Tapi yang terpenting adalah pengguna tahu kalau ada informasi berharga pada tiap kali klik.

Juga penting untuk memikirkan tentang ekuitas link dalam website. Ketika mengembangkan website, penting untuk menggunakan bahasa pengguna dan membuatnya mudah dinavigasi oleh mereka.

Itu sebabnya penting bagi perancang web untuk punya informasi penting tentang pengalaman pengguna serta navigasi. Untuk menghindari kesalahan digital marketing, pastikan elemen yang penting pada website harus menonjol dan terlihat lebih besar.

Customer support yang tidak memadai

Photo credit: Google

Di era dimana waktu jadi hal yang sangat penting, pelanggan tidak bisa menunggu Anda merespon setelah 24 jam. Ini tidak akan membuat mereka tetap menunggu Anda, ini bukan ide yang bagus.

Coba terapkan strategi customer support yang bermanfaat yang menyertakan live chat, media sosial, email, dan banyak lagi.

Dengan menerapkan berbagai solusi, Anda bisa menurunkan frustasi pelanggan dan menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih menyenangkan.

Lebih dari 80 persen orang yang belanja online membutuhkan bantuan dalam proses pembelian, live chat (dengan manusia, bukan dengan mesin) adalah sebuah keharusan. Dengan tingkat belanja online yang tinggi, sudah jelas kalau pelanggan membutuhkan bantuan dalam memilih produk yang tepat.

Customer support di media sosial juga praktik yang tepat untuk ditambahkan ke strategi customer support Anda. Perusahan yang merespon pelanggan di media sosial mengalami 20 sampai 40 persen peningkatan dalam penjualan.

Tinggalkan komentar