Tips Menjadi Pembicara Seminar Bisnis Yang Sukses

Ketika karir Anda mulai meningkat, semakin banyak orang menyodorkan microphone ke Anda, baik karena Anda menerima penghargaan, mengikuti panel bersama teman, atau menjadi pembicara seminar bisnis. Menjadi pembicara di konferensi atau seminar memberi kesempatan besar untuk brand personal Anda dan perusahaan.

Menjadi pembicara pada event semacam ini harus jadi situasi menguntungkan untuk tiap orang yang terlibat, baik pembicara, event organizer, dan audiens. Tips berikut akan membantu Anda meningkatkan diri dari peserta menjadi pembicara seminar bisnis yang memberi pengetahuan bermanfaat.

Memahami audiens sebuah event

Photo credit: Google

Sebelum Anda menerima permintaan untuk jadi pembicara seminar bisnis, pastikan Anda memahami audiensnya. Bila Anda ingin menghasilkan lead untuk perusahaan pada event itu, Anda perlu pastikan pelanggan ideal benar-benar datang.

Bagian lain dari memahami audiens event adalah memahami kenapa mereka mau mendengar Anda. Memahami demografi audiens akan membantu Anda menyiapkan diri sebagai pembicara. Anda juga bisa hindari topik yang Anda rasa mereka sudah tahu. Ingat, menjadi pembicara seminar bisnis yang baik adalah tentang memahami audiens event.

Jangan menjual produk Anda

Mereka tidak mau Anda bicara tentang bisnis atau produk Anda. Mereka tidak peduli. Yang mereka mau adalah informasi berharga yang akan membantu bisnis mereka.

Ini bukan berarti Anda tidak bisa menyebutkan bisnis Anda atau menceritakan bagaimana Anda bisa mencapainya. Presentasi Anda bukan tentang produk Anda. Dengan memberi informasi berharga pada audiens, tiap orang akan ingin tahu nama perusahaan Anda dan tertarik untuk berbicara pada Anda setelahnya.

Jadilah pembicara seminar bisnis yang baik dan “jual” lebih banyak dengan tidak menjual apapun ketika Anda menjadi pembicara.

Menjual diri Anda

Photo credit: Google

Ini berarti menjual diri Anda pada event organizer dan pada audiens. Ketika menjual diri pada event organizer, Anda harus punya rencana yang kuat. Kenali dengan baik apa yang Anda ingin bicarakan.

Menjual diri Anda ke audiens berbeda lagi. Sebelum event, coba dekati hadirin di aplikasi event atau LinkedIn. Ini akan membuat orang tertarik hadir dan merasa terkoneksi. Menjual diri Anda adalah tentang nilai, mendengarkan, dan mendekati. Mengetahui kapan melakukan ini adalah kunci kesuksesan berbicara pada event dan konferensi.

Interaksi dengan audiens

Anda pernah jadi pembicara dan mengajukan pertanyaan tapi tak ada seorangpun yang menoleh dari smartphone mereka? Anda tentu tidak mau jadi orang seperti ini.

Engagement dengan audiens jadi kuncinya. Bila memungkinkan Anda bisa manfaatkan teknologi dan bersiap menggunakannya.

Engagement dengan audiens lebih dari sekedar bertanya. Anda perlu buat mereka melihat kehadiran Anda saat Anda bicara, menyadari seperti apa suara Anda, dimana Anda memberi jeda, seperti apa tampilan slide Anda, dan seterusnya. Ini sesuatu yang butuh latihan, dan belajar dari pembicara ahli lain jadi permulaan yang bagus.

Terbitkan hasil karya Anda

Photo credit: Google