11 Kesalahan Umum Dalam Video Marketing Online

Semakin banyak bisnis memanfaatkan video online sebagai bagian dari strategi marketing. Ada banyak manfaat video marketing online untuk bisnis. Satu fakta yang sangat perlu diingat, orang suka menonton video online dan jelas mereka lebih memilih menonton video dibanding membaca teks yang panjang.

Banyak orang tidak menyadari atau lupa kalau memproduksi dan mengupload video saja tidak cukup. Ada jutaan video diupload setiap hari, dan banyak yang tidak efektif.

Biasanya bukah hal sulit untuk menghindari kesalahan dalam produksi atau implementasi video.

Tapi kesalahan seperti ini cukup sering terjadi. Berikut ini kumpulan kesalahan dalam video online marketing serta tips untuk menghindarinya.

Promosi berlebihan

Photo credit: Google

Ingat, orang tidak datang ke website untuk melihat iklan, mereka sudah cukup banyak menontonnya di TV. Meski penting untuk sebuah video secara efektif mempromosikan produk atau layanan, tapi jangan berlebihan. Tak ada yang suka sales yang berlebihan menjual produknya.

Bagaimana menghindari kesalahan ini? Fokuslah menghibur penonton dan atau mengedukasi mereka, bukan memaksakan produk atau layanan Anda. Perlakukan penonton Anda sebagai individu cerdas dan tunjukkan kalau Anda peduli.

Nilai promosinya kurang

Photo credit: Google

Meski video yang terlalu berpromosi cukup umum, sebenarnya banyak juga video yang nilai promosinya kurang.

Misalnya, bila Anda memproduksi video untuk landing page, Anda harus cepat menunjukkan manfaat produk atau layanan dan secara efektif mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian.

Bagaimana Anda menghindari kesalahan ini? Luangkan waktu untuk memahami tujuan video dan putuskan seberapa promosi yang dibutuhkan. Idealnya, Anda perlu kerjasama dngan copywriter untuk video landing page.

Terlalu panjang

Photo credit: Google

Kompetisi untuk mempertahankan perhatian orang pada website sifatnya intens. Bila video Anda terlalu panjang, konten yang lebih menarik lain hanya berjarak satu kali klik dan ini sering memicu pengunjung untuk pergi dari konten Anda.

Bagaimana Anda menghindari kesalahan ini? Kecuali Anda yakin audiens senang melihat konten yang panjang (seperti pada website edukasi, misalnya), jaga agar video panjangnya sekitar 30 sampai 120 detik.

Penempatan video yang tidak tepat

Photo credit: Google

Meski Anda bekerja dengan anggaran terbatas, produksi video tidak murah, jadi kenapa habiskan banyak uang memproduksi video yang bagus tapi tidak dilihat orang? Ada banyak sekali video yang di-embed pada halaman website yang orang jarang kunjungi dan tidak terindeks dengan baik.

Tentu, video online sering punya tujuan sedikit berbeda dari sudut pandang marketing dan karenanya beberapa video lebih tepat untuk halaman selain halaman home page (video informatif pada halaman “About Us” adalah contohnya. Tapi pada kebanyakan kasus, lebih baik tempatkan video di tempat ada banyak pengunjung yang melihat, seperti di home page.

Bagaimana menghindari kesalahan ini? Cukup embed video Anda ke tempat orang akan melihatnya. Anda bisa gunakan data analytic untuk melihat halaman yang paling banyak dikunjungi.

Audiens tidak jelas

Photo credit: Google

Ingin muncul di terlalu banyak demografik adalah kesalahan yang umum, terutama pada iklan online. Video online marketing manapun perlu fokus dan diproduksi dengan cara yang secara efektif bisa muncul di depan target pasar Anda.

Bagaimana menghindari kesalahan ini? Lakukan riset dan lalu pikirkan tentang siapa target audiens Anda, sebelum menghasilkan video. Jangan biarkan Anda teralihkan oleh ide kreatif sebelum Anda tahu bisa menarik perhatian target pasar Anda.

Membosankan

Photo credit: Google

Coba pikirkan, berapa kali Anda menghentikan video hanya karena terasa membosankan? Bila video tidak cukup menarik, orang tidak akan mau melihatnya.

Bagaimana menghindari kesalahan ini? Pikirkan apa yang audiens target ingin lihat, bukan apa yang Anda ingin lihat. Ini mungkin area yang tidak Anda kuasai. Bicaralah pada perusahaan produksi kreatif dan dengarkan ide mereka, mereka profesional.

Terlalu banyak informasi

Photo credit: Google

Kadang ada banyak sekali informasi dalam satu video dan ini sering jadi satu faktor penyebab video jadi membosankan.

Berikan pesan yang jelas dan langsung, dan hanya sertakan informasi paling penting di video Anda. Jika tidak, bahkan video pendek akan terasa lama dan membosankan.

Bagaimana Anda menghindari kesalahan ini? Cari ide dan pilih hanya point yang paling penting untuk disampaikan di video.

Terlalu fokus untuk menjadi viral

Photo credit: Google

Tiap perusahaan ingin videonya menjadi viral, tapi sering kali terlalu berambisi untuk mencapai ini, bahkan ketika tidak masuk akal secara komersil.

Video view sering digunakan sebagai ukuran kesuksesan tapi dari sudut pandang marketing, ini cara buruk untuk mendefinisikan keberhasilan. Video bisa mencapai jutaan view tapi hanya memperoleh pendapatan 1000 dolar, sedang video yang ditargetkan bisa hanya punya video view 10000 dan memberi untung 20000 dolar.

Juga penting untuk diperhatikan apakah video viral akan sesuai dengan bisnsi Anda. Misalnya, video yang diproduksi untuk perusahaan berskala kecil tidak mungkin mendorong bisnis meningkat meski bila video ditonton seluruh dunia.

Bagaimana cara menghindari kesalahan ini? Jangan berambisi menjadi viral. Coba tetap fokus pada pesan marketing yang jelas yang menarik bagi audiens target.

Hanya upload di YouTube

Photo credit: Google

YouTube adalah situs sharing video paling populer di dunia, tapi banyak orang lupa ada banyak situs lain juga. Bila Anda tidak upload video ke situs sharing video lain, Anda sangat mungkin membatasi video ditonton banyak orang.

Bagaimana menghindari kesalahan ini? Upload video ke situs sharing video lain yang memiliki banyak audiens termasuk Vimeo dan Dailymotion.

Konsep yang membingungkan

Photo credit: Google

Tidak setiap video online langsung masuk ke bahasan promosi, kadang video bicara tentang konsep tertentu. Penting untuk memiliki konsep yang jelas dan tidak membuat orang bingung.

Beberapa iklan online dan video viral yang sukses menggunakan konsep sederhana yang terhubung dengan brand. Bila Anda menjalankan distribusi global perusahaan, video tentang kucing akan membuat orang bingung dan kemungkinan tidak mempromosikan perusahaan secara efektif.

Bagaimana menghindari masalah ini? Lakukan kerja sama dengan agensi creative marketing untuk menciptakan konsep yang efektif. Bila Anda tidak punya dana untuk ini, cukup pastikan konsep berhubungan dengan brand Anda di cara yang jelas.

Kualitas video yang buruk

Photo credit: Google

Anda perlu pastikan video yang digunakan berkualitas tinggi, baik dalam hal konten dan presentasinya.

Kualitas produksi video online akan mempengaruhi persepsi orang terhadap brand. Video berkualitas buruk bisa merusak brand. Ini bisa terjadi meski Anda telah menginvestasikan banyak uang.

Bagaimana menghindari masalah ini? Bila Anda ingin video profesional, gunakan jasa profesional. Tapi ingat, lebih mahal tidak berarti lebih baik.

Tinggalkan komentar